Mengenal Dan Memahami 3 Sistem Fire Alarm - Fire alarm merupakan sistem pertahanan atau perlindungan dari bahaya kebakaran, sistem ini dinilai efektif untuk mencegah kebakaran.
Fire alarm sendiri memiliki
tiga sistem, yaitu
sistem konvensional,
addressable, dan
semi- addressable. Sistem semi-addressable merupakan turunan sistem addressable, dan berikut penjelasannya.
SISTEM KONVENSIONAL
Fire alarm sistem konvensional menggunakan kabel isi dua untuk semua jenis detektornya, bisanya kabel yang digunakan adalah kabel listrik NYM 2 x 1,5 mm. Pada instalasi yang cukup kritis kerap menggunakan kabel tahan api atau biasa disebut FRC kepanjangan dari Fire Resistance Cable. Fire alarm dengan sistem konvensional juga sering disebut dengan istilah
2-wire.
Pasa sistem 2-wire nama terminal pada detektornya adalah L (+) dan Lc (-). Kabel ini dihubungkan dengan panel fire alarm pada terminal yang bertanda L dan juga C, tergantung pada jumlah loop-nya. Pada terminal alarm kebakaran sering di tulis L1, L2, L3, dan seterusnya. Hubungan antar detektor satu dengan yang lainnya dilakukan secara paralel dengan syarat tidak boleh bercabang.
Titikl akhir dari tarikan kabel disebut dengan istilah End-Of-Line (EOL), pada titik inilah detektor kebakaran terakhir di pasang dan disini juga satu Loop dinyatakan berakhir. Pada detektor terakhir inilah dipasang satu buah EOL Resistor atau EOL Capasitor.
SISTEM ADDRESSABLE
Sistem ini merupakan sistem yang terdiri dari detektor api dan perangkat yang terhubung kembali kepanel kontrol pusat. Dengan sistem addressable setiap perangkat memiliki sebuah alamat atau lokasi, ini memungkinkan detektor yang terpicu dapat teridentifikasi secara cepat dan tepat. Sistem ini sangat cocok digunakan untuk gedung atau bangunan besar seperti perkantoran dan mall. Kelebihan dari sistem addressable adalah dapat di konfirgurasi, ini agar petugas keamanan dapat dengan cepat mersepon pada saat terjadinya kebakaran.
SISTEM SEMI ADDRESSABLE
Sistem ini merupakan pembentukan sistem konvensional menjadi sistem addressabel dengan menggunakan control module, caranya adalah dengan menghubungkan sistem konvensional dengan module kontrol, kemudian dihubungkan pada zona yang memiliki dtektor-detektor.
Berikut tadi penjelasan singkat mengenai
3 sistem fire alarm, semoga dapat bermanfaat.